Mitos dan Fakta Menyusui dalam Drama Korea Birthcare Center menarik perhatian saya. Saya memang lagi senang dengan drama ini. Menurut saya drama ini menarik dan unik. Mengangkat tema yang belum pernah dibahas drama Korea lainnya, salah satunya seputar menyusui. Episode-episode awal drama ini membahas banyak hal seputar menyusui. Semuanya related dengan kehidupan kita sehari-hari. Tidak semuanya fakta, ada juga yang hanya mitos atau sekadar dramatisir sebuah drama. Hmm mana yang fakta, mana yang mitos ya? Penasaran? Baca sampai habis ya.. 😉😉😉
Sinopsis Drama Birthcare Center
Drama Birthcare Center ini bercerita bagaimana Hyun Jin (diperankan oleh Uhm Ji Won) menjalani peran barunya sebagai seorang ibu. Sebelumnya Hyun Jin adalah seorang wanita karir sukses yang sangat berdidikasi pada pekerjaannya.
Kerja kerasnya membuahkan hasil, Hyun Jin diangkat sebagai direktur pelaksana dalam usia yang sangat muda. Namun di satu sisi, ia mendapatkan kehamilan di usia yang tak lagi muda. Ini menimbulkan dilema tersendiri bagi Hyun Jin.
Hyun Jin memutuskan untuk menjalani masa perawatannya di sebuah Birthcare Center. Hmm saya terkesan pada episode pertama dalam drama ini. Betapa nyamannya ibu yang baru melahirkan menjalani hari-harinya di pusat perawatan pasca melahirkan.
Kamar rasa bintang lima, ada koki yang menyiapkan makanan, bisa spa dan yoga untuk memulihkan diri pasca melahirkan. Rasanya seperti di surga.. Eitss ternyata, kehidupan di pusat perawatan pasca melahirkan tak seindah surga. Kok bisa?
Bisa lah, banyak drama yang terjadi disini. Mulai dari bayaknya aturan ini itu buat para ibu sampai mom war membuat kehidupan di pusat perawatan pasca melahirkan tak seindah di surga.
Banyak konflik yang ditampilkan dari drama ini. Birthcare Center menunjukkan bahwa setiap ibu punya kisah masing-masing. Permasalahan pasca melahirkan ditampilkan dengan baik dalam drama Birthcare Center ini.
Baca Juga : Serba-Serbi Menyusui dalam Drama Korea Birthcare Center
Mitos dan Fakta Seputar Menyusui
Birthcare Center ini adalah sebuah mini drama. Tak seperti drama Korea pada umumnya yang memiliki 16 episode, drama ini hanya punya 8 episode. Dan pekan ini sudah masuk episode 6.
Episode-episode awal drama ini banyak membahas seputar menyusui. Tidak semuanya fakta, ada beberapa yang hanya sekadar mitos.
1. Perawatan Kanguru
Episode pertama dalam drama Birthcare Center menampilkan adanya perawatan kanguru pasca untuk memperlancar ASI (Air Susu Ibu). Ini adalah FAKTA.
Kangaroo Mother Care (KMC) atau Perawatan Metode Kanguru (PMK) merupakan perawatan untuk bayi berat lahir rendah atau lahiran prematur dengan melakukan kontak langsung antara kulit bayi dengan kulit ibu atau skin to skin contact, dimana ibu menggunakan suhu tubuhnya untuk menghangatkan bayi. Metode perawatan ini terbukti mempermudah pemberian ASI.
2. ASI = Susu Formula
Pada episode 3 datang seorang ibu baru di pusat perawatan pasca melahirkan Serenity. Lee Roo-da (Choi Ri) yang tidak mau menyusui bayinya. Roo-da berangggapan susu formula berkualitas sama baiknya dengan ASI. Tentu ini adalah MITOS.
Tidak ada susu formula merek apapun yang bisa menggantikan ASI. Kandungan gizi ASI yang alami tak bisa digantikan dengan susu formula pabrikan.
Berbagai penelitian di dunia menunjukkan bahwa penggunaan susu formula membawa banyak risiko kesehatan bagi bayi. Mulai dari risiko asma, alergi, infeksi saluran pernapasan atas, penyakit kronis, diabetes, obesitas, infeksi gastrointestinal, infeksi telinga dan otitis media (Sterken, 2006).
3. Sup Rumput Laut untuk Memperlancar ASI
Dalam drama ini para ibu di pusat perawatan pasca melahirkan dimanjakan dengan beragam makanan dan minuman lezat buatan koki. Semua makanan berasal dari olahan rumput laut. Rumput laut dipercaya bisa memperlancar ASI.
Hyun Jin sangat tidak suka makan rumput laut dan minum teh. Meski makanan dan minuman tersebut dipercaya bisa memperlancar ASI. Hmm apakah benar ada makanan dan minuman tertentu yang bisa memperlancar ASI? ini MITOS.
Banyak sekali makanan dan minuman yang direkomendasikan bisa memperlancar ASI atau yang sekarang disebut ASI Booster. Sebenarnya banyak faktor yang mempengaruhi produksi ASI. Produksi ASI tidak hanya dari makanan atau minuman yang dikonsumsi ibu.
Prinsip ASI dipengaruhi oleh dua hormon, yaitu hormon prolaktin dan oksitosin. Hormon prolaktin ini didapat saat hisapan bayi pada payudara. Sedangkan oksitosin dipengaruhi oleh kondisi psikologi ibu.
Prinsip ASI, semakin sering dikeluarkan akan semakin banyak produksinya. Booster ASI mungkin akan mempengaruhi tergantung kondisi psikologis ibu. Bila ibu percaya dan bahagia makan atau minum yang memeperlancar ASI ya ASI nya bisa lancar. Dengan catatan juga selalu disusukan pada bayi.
Namun bila ibu tertekan dan bayi tidak sering disusui, ya ASI tidak lancar. Sebagaimana yang digambarkan dalam drama. Hyun Jin tidak suka makan sup rumput laut, dia tertekan. Dia juga terpisah dari bayinya karena bayi tidur terpisah dengan ibu. Menyusui hanya 2-3 jam sekali. Ini membuat ASI nya tidak lancar.
Baca Juga : Cara Memberikan ASI yang Benar
4. Ibu Menyusui Tidak Boleh Minum Kopi
Hyun Jin sangat suka es americano, saat menyusui dia dilarang meminumnya. Bahaya jika ibu menyusui minum kopi. Apakah ibu menyusui tidak boleh minum kopi sama sekali? ini MITOS.
Ibu menyusui boleh minum kopi asal dalam porsi tertentu. Jumlah kafein yang masih aman untuk dikonsumsi ibu menyusui adalah tidak lebih dari 200 miligram per hari. Tapi yang harus diingat, bukan hanya kopi yang mengandung kafein. Minuman kola, minuman berenergi, teh, dan cokelat juga memiliki kandungan kafein di dalamnya.
Sebagai gambaran, ini adalah perkiraan jumlah kafein yang terkandung dalam minuman:
💠Satu kaleng minuman kola (350 ml) mengandung sekitar 40 mg kafein
💠50 gram cokelat: ≤ 50 mg kafein.
💠Satu kaleng minuman energi: ≤ 80 mg kafein
💠Satu cangkir teh: 75 mg kafein.
💠Satu cangkir kopi instan: 100 mg kafein
💠Satu cangkir kopi saring: 140 mg kafein
5. Puting Datar Tidak Bisa Menyusui
Hyun Jin juga mengalami kesulitan menyusu karena putingnya datar. Para perawat dan ibu-ibu yang ada di pusat perawatan berkata jika kondisi puting seperti itu tidak bisa menyusui. Ini MITOS.
Faktanya, bentuk puting dan payudara tidak berpengaruh terhadap keberhasilan menyusui. Semua ibu bisa menyusui, apapun bentuk payudara dan putingnya. Kunci kesuksesan menyusui adalah posisi dan pelekatan saat menyusui. Bukan berdasarkan bentuk puting dan payudara. Jadi yang perlu dilakukan ibu adalah mencari posisi menyusui yang pas. Agar ibu bisa nyaman saat menyusui dan bayi bisa melekat sempurna saat menyusu.
6. Dot Bikin Bingung Puting
Bayi yang minum menggunakan dot akan mengalami kebingungan saat harus menyusu secara langsung. Bayi tidak bisa membedakan lagi mana dot mana puting ibu.
Menurut pakar laktasi asal Kanada, dr. Jack Newman, FRCPC, sebenarnya bayi bukan “bingung”. Bayi tahu apa yang diinginkan, tapi ketika bayi yang mendapat aliran yang lambat dari payudara kemudian mendapat aliran yang lebih cepat dari dot, dia akan memilih mana yang lebih disukainya.
7. Kol untuk Mengobati Mastitis
Di episode 5 diceritakan bahwa Hyun Jin mengalami mastitis. Dan ibu direktur memberinya kol untuk mengompres payudaranya yang mengalami mastitis.
Sebelum menjawab apakah itu fakta atau mitos, ada baiknya kita bahas dulu apa mastitis itu ya. Mastitis adalah infeksi bakteri pada sebagian atau seluruh bagian payudara. Mastitis adalah kelanjutan dari payudara bengkak akibat saluran asi yang tersumbat. I
Payudara yang mengalami mastitis akan menjadi keras, bengkak, berwarna merah dan sakit. Ibu yang mengalami mastitis juga menderita demam.
Penyebab mastitis adalah saluran ASI yang tersumbat akibat posisi dan pelekatan yang kurang tepat saat menyusui. Bisa juga karena produksi ASI yang terlalu banyak.
Penanganan mastitis dimulai dengan memperbaiki posisi dan pelekatan menyusui. Bisa juga dengan memijat payudara dengan lembut dari arah sumbatan ke arah puting, agar aliran ASI lancar. Atau bisa juga di kompres dengan air dingin. Ibu juga dianjurkan untuk meminum ibuprofen untuk mengurangi nyeri akibat peradangan.
Nah bagaimana dengan kompres kol? apakah kol bisa mengobati mastitis? itu MITOS. Kol bisa mendinginkan ibarat ketika mengompres payudara dengan air dingin. Kol mungkin bisa menghilangkan bengkak, tapi tidak mengobati mastitis. Pengobatan mastitis tidak hanya dengan menghilangkan bengkak pada payudara saja.
Baiklah sekian cerita saya tentang mitos dan fakta seputar menyusui yang ada pada drama Birthcare Center. Tidak semua yang disajikan dalam drama itu fakta. Namun drama ini juga memberikan banyak pelajaran bagi penontonnya. Drama ini bisa memberi informasi bagaimana kehidupan seorang ibu baru.
Apakah teman-teman sudah menonton drama ini? atau mungkin ada yang mau cerita pengalaman menyusuinya? Ditunggu tanggapannya di kolom komentar ya..
Terima Kasih.
keren ulasan fakta dan mitosnya. aku nonton drama ini juga. tadinya ga tertarik. eh pas liat banyak adegan lucu nan lebay.. ditambah ada mama burung (ibu sarang), langsung deh keterusan nonton.
BalasHapusSuka banget kalau ada cerita yang edukatif begini. Pingin deh, dimanjain di birthcare center abis lahiran nanti. Ada ga ya dekat sini?
BalasHapussaya belum nonton drama ini mbak.
BalasHapuseh bagus juga ya kalau ada birthcare center gini, jadinya si ibu bisa istirahat dan fokus pada pemulihan diri setelah melahirkan. Eh, tapi kalau penghuninya terlalu banyak, malah bisa berpotensi menimbulkan mom war juga ya kalau masing-masing ngotot dengan keyakinannya
Karena daku masih terpaku pada si lesung pipi yg muaniss pol "Han Ji Pyeong" jadinya aku blum nengokin drakor2 lain yg on-going mbaaa :D
BalasHapusNtar deh, mungkin daku bakal nonton drakor ini setelah 6 desember wkwkwkw.
Pokoke nunggu Start Up kelar dulu daahhh
Ini nontonnya di mana mbak? ujur nggak ngerti karena emang nggak ngikutin drakor. Tapi ini temanya menarik. Baru ini lho tau ada film/drama dengan tema besar ttg melahirkan dan tetek bengeknya
BalasHapusBaru skrng tau kl payudara bengkak bagi Busui namanya "mastitis" hal ini bisa bikin demam lho kl gak cepat dirawat dan dikompres. Ashiik ya ada program dimanja-ria pasca melahirkan.
BalasHapusWah ceritanya bener-bener unik ya mba. Keren juga menurut aku, bisa mengangkat yang menurut kebanyakan orang tidak terpehatikan tapi jadi malah penting sebenernya ini itu. Nah mba, kan dalam drama itu ada mitosnya, yang misalnya susu formula sama bagusnya dengan ASI. Kita yang tahu ilmunya, itu kan mitos ya. Tapi penonton tahu nggak ya itu cuma mitos? Misalnya apakah di dramanya di jelasin ga klo itu mitos? Aku takutnya klo ga dijelasin penonton nggak akan tahu itu mitos
BalasHapusseru ya drakornya, must watch nih saya. siapa tahu ada perspektif baru ketika menontonnya sendiri. btw, dulu waktu saya melahirkan di jepang, memang di sana ada perawatan untuk ibu pasca melahirkan. tapi saya gak pernah ngumpul ngumpul sama ibu lainnya sih. tapi sempat juga merasakan makanan yang lezat, pijat seluruh tubuh dan akupuntur. pijat PD dan perawatan wajah skincare gitu
BalasHapusSaya nggak terlalu suka drakor tapi ya suka baca atau denger review2 dari temen2 pecinta drakor. Drakor emang keren sih, selalu ada "pesan" dari tiap ceritanya :)
BalasHapusSukanya nonton drama Cina ya mbak
HapusEmang setiap drama ada plus minus nya
Dan kayanya dracin ga akan bikin drama seperti drakor 😀😀😀
Unik banget tema drakornya nih seputar menyusui, aku belum nonton birthcare center. Andai ibu baru melahirkan bisa menjalami perawaran pasca melahirkan seperti itu jadi lebih happy & bisa menjalani mengurus baby lebih enak. Tapi ternyata drama mulai di sini ya hehehe jadi penasaran pingin nonton sendiri
BalasHapusWoalah kok ceritanya spesial gitu ya terkait dengan kehidupan ibu yang baru saja melahirkan. Baru tau loh ada yang ambil ide cerita ini. Bagus dong untuk para mom, sembari ngedrakor jadi ada wawasan baru seputar laktasi ya.
BalasHapusMbaa. aku langsung donwload loh buat nonton drama on going ini. Hahhaa. Menarik soalnya anglenya. Makasih rekomendasinya mba
BalasHapusSaya pernah mastitis. Rasanya emang ruarrr biasa. Kakak saya terakhir kali mastitis masih pakai kok untuk mengompres payudara. Meskipun tidak mengobati, namun lumayan bikin dingin. Selebihnya emang mastitis diobati dengan obat-obatan dari dokter
BalasHapusitu bener,,mitos soal minum kopi...sempat percaya dulu...pas lcari-cari info..auhhh ternyata tdk seperti itu faktanya
BalasHapusTidak bisa dipungkiri, ASI itu yang utama dan terhebat. Jadi kalau menyamakan asi dengan sufor, jelas itu mah mitos ya...
BalasHapusUwaa ternyata bagus banget drama ini. Aku belum nonton mbk, baru episode satu tapi cuma 10 menit. Wah, harus lanjut nih.. Jadi tau banyak hal tentang menyusui ya mbk, termasuk mitos dan faktanya.
BalasHapusWah iya ya, unik nih cerita drakornya. Aku malah baru tau dengan drama Korea yang satu ini. Untuk para ibu, terutama ibu baru, kudu nih nonton. Biar nambah wawasan tentang menyusui dari ibu-ibu di Korea ya.
BalasHapusDengan tema menyusui pada drama korea bisa jadi pilihan banget nih. Baru denger juga ada drama mengangkat tema itu.
BalasHapusKeren! film ini dari tema sederhana bisa jadi luarbiasa gini ya mbak dian. Ngomongin soal menyusui lo ya padahal
BalasHapusDrama yang super nih. Saya kebetulan lagi menyusui, seperti bisa menyempatkan buat nonton drama ini.
BalasHapuslucu kayaknya ya drama ini, ambil tema yang ga biasa dan sarat ilmu. Jadi kepo deh kayak apa kehidupan busui di korea.
BalasHapusUnik banget temanya. Referensi yang bagus untuk bumil dan busui supaya bisa melewati periode emas dalam hidup. Bermanfaat juga untuk para suami agar bisa lebih memahami pasangannya dikala menemani istri melewati fase kehidupan yang istimewa
BalasHapusWaah... ini drakornya beda dengan yang biasanya, ya. Mengusung tema tentang ibu menyusui. Tema menarik untuk ibu-ibu muda. Duh, kebayang gimana mom war yang ada di Birthcare Center
BalasHapusWaktu baca mitos kol untuk mendinginkan bengkak saat busui mastitis, berasa ngilu mbak. PErnah ngalami mastitis waktu nyusui anak kedua, jadi ingat lagi. Bagus ya drakor dengan tema berbeda, dan asiknya juga kan ini cuma 8 episode gitu bisa kelar cepat
BalasHapusMenarik juga ya dari drakor bisa dapat banyak edukasi baru. Ternyata cakupan drakor makin hari sampe ke berbagai hal. Termasuk tema menyusui
BalasHapusDrakor makin ke sini sungguh related dgn para pemirsanya.
BalasHapusAKu seneng kalo yg bahasan membumi kayak gini sih.
Sekaligus memberikan wawasan baru ye kaann
Ide ceritanya unik, jarang ada yang angkat tema begini. Selama dikemas menarik tetap jadi tontonan yang memikat ya. Ada edukasinya juga kan ya?
BalasHapusAku belum pernah nonton, baru tahu dari tulisan mbak Dian di sini.
itu ibu2 menyusui cantik2 banget ya
BalasHapusternyata di semua negara peduli juga ya *eh
maksudnya sampai dibuatkan film gini
Wah jd pengen nonton niiih, cuma 8 episode insyaAllah kuat.
BalasHapusAh andai layanan kyk gini ada di Indonesia asyiknya yaaa, khususnya buat emak2 yg gak ad support family sama sekali gtu setelah lahiran. Gk bakal ada deh kasus babyblues yg menyedihkan :(
Aku tertarik nih nonton dramanya karena temanya unik banget dan bisa dapat banyak pelajaran dari sini ya...
BalasHapusSeru nih. Bisa aja drakor membidik tema kayak gini. Apalagi yang namanya mom war itu ya dimana-mana ada
BalasHapusAyee ketemu ulasan drakor again, hihihi. Tapi ini bagus tema dramanya aplagi buat new mom ya
BalasHapusBahas drama Birthcare Center ini bener-bener seru yaa..
BalasHapusSeru karena pernah melewati masa-masa itu.
Aku tertarik ikutan nonton... ((ambil popcorn)) hhiihii~
Ada banyak alasan aku suka drama korea, termasuk ide ceritanya yang beragam, nggak selalu cinta cintaan doang tapi ada saja pesan lainnya.
BalasHapusJadi pengen ikutan nonton.